Thursday, September 25, 2014

Gula Jawa - Palm Sugar

Gula jawa berwarna kekuningan atau kecoklatan. Gula ini terbuat dari cairan nira atau legen yang dikumpulkan dari pohon kelapa, aren, lontar atau tebu. Cairan yang dikumpulkan direbus secara perlahan sehingga mengental lalu dicetak dan didinginkan. Setelah dingin maka gula merah siap dikonsumsi atau dijual kepada orang lain. Semua orang di Indonesia tentu saja sangat familiar dengan gula merah karena umumnya gula ini selalu ada dalam kehidupan masyarakat kita. Gula ini sering disebut gula jawa atau palm sugar. Gula ini memiliki banyak sekali varian bergantung pada jenis bahan dasar yang digunakan. Meskipun sama-sama nira atau legen, namun bisa berasal dari pohon yang berbeda-beda. Kualitas gula yang dihasilkan serta rasanya berbeda antara satu pohon dengan pohon lainnya.

 


Namun banyak orang salah mengerti tentang gula merah. Manisnya gula merah seringkali dianggap tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata ini salah. Gula merah yang dikonsumsi dengan jumlah yang benar bisa meningkatkan vitalitas dan kesehatan tubuh kita.Hal ini menandakan bahwa kita tidak perlu ragu dalam mengkonsumsi makanan atau minuman yang menggunakan gula merah sebagai salah satu bahan dasarnya. Rasanya yang manis dan gurih dapat meningkatkan selera makan, bahkan ternyata lebih sehat berkat nutrisi yang dikandungnya. Selain itu nutrisi yang dikandung gula merah juga dapat menghaluskan dan menyehatkan kulit.

Kandungan dalam Gula Merah
Tambahan gula merah pada makanan dan minuman tidak hanya membuatnya menjadi lezat, namun juga sehat. Setiap seratus gram gula merah yang mengandung 4 mg zat besi, 90 mg kalsium dan karoten serta laktoflavin. Kandungan gula pada gula merah lebih rendah jika dibandingkan dengan gula pasir sehingga sangat baik untuk pendeirta diabetes atau bagi mereka yang ingin menurunkan kadar lemak tak jenuh di dalam tubuhnya. Selain itu tidak ditemukan kolesterol di dalam gula merah. Nutrisi mikro yang lain adalah thiamine, nicotinic acid, riboflavin, niacin, ascorbatic acid, vitamin C, vitamin B12, vitamin A, vitamin E, asam folat, protein kasar dan juga garam mineral.


Manfaat gula merah bagi tubuh manusia
Menurut ahli pengobatan dari negeri China, gula merah atau gula jawa dipercaya memiliki berbagai khasiat dalam kesehatan. Mereka menjelaskan bahwa gula jawa memiliki sifat hangat dan memiliki rasa manis alami. Di dalamnya terkandung unsur yang bersifat menguatkan limpa, menambah darah, meredakan nyeri, memperlancar peredaran darah dan menghangatkan lambung. Gula merah sangat baik bagi kaun lanjut usia yang mengalami serapan mikronutrien dan multivitamin yang rendah. Gula merah juga dapat memberikan manfaat positif kepada wanita yang baru melahirkan atau memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun pada dasarnya gula merah dapat dikonsumsi oleh semua orang. Konsumsi gula merah ini dengan takaran yang pas dapat membantu anda menjaga kesehatan dan kondisi prima tubuh anda. (iwan)

Monday, March 24, 2014

Kandungan Gizi Belimbing Wuluh



Nama Lokal :
    * Aceh: Limeng ungkot, selimeng,
    * Gayo: selemeng
    * Batak: asom, belimbing, balimbingan
    * Nias: malimbi,
    * Minangkabau: balimbieng,
    * Melayu: belimbing asam,
    * Lampung: balimbing,
    * Sunda: calincing, balingbing,
    * Jawa: blimbing wuluh,
    * Madura: bhalingbhing bulu,
    * Bali: blingbing buloh,
    * Bima: limbi,
    * Flores: balimbeng,
    * Sawu: libi,
    * Sangir: belerang.

Nama Internasional :

Averrhoa bilimbi (nama ilmiah), balimbing, bilimbi, blim-blim, bimbli, belimbing, blimbling, biling, , cucumber tree, kamias, tree sorrel, soure, atau kh
ế
tàu.


Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.

Pohon tahunan dengan tinggi dapat mencapai 5-10m. Batang utamanya pendek dan cabangnya rendah. Batangnya bergelombang (tidak rata). Daunnya majemuk, berselang-seling, panjang 30-60 cm dan berkelompok di ujung cabang. Pada setiap daun terdapat 11 to 37 anak daun yang berselang-seling atau setengah berpasangan. Anak daun berbentuk oval.

Kandungan Gizi Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam per 100 g bagian yang bisa dimakan :
* Kelembaban 94,2-94,7 g
    * Protein 0,61 g
    * Ash 0,31-0,40 g
    * Fiber 0.6g
    * Fosfor 11.1 mg
    * 3.4 mg Kalsium
    * Besi 1,01 mg
    * Thiamine 0,010 mg
    * Riboflavin 0,026 mg
    * Karoten 0,035 mg
    * Ascorbic Acid 15,5 mg
    * Niacin 0,302 mg

sumber nilai gizi belimbih wuluh : Averrhoa bilimbi

Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)




Kandungan kimia
Mengandung 0,45 - 1 % minyak atsiri, bobot jenis 0,98929 - 0,9907, indeks bias 1,5127, memutar bidang polarisasi ke kanan +11,7 hingga +16,1 nilai penyabunan setelah asetilasi 16,5 sampai 98%. Di perdagangan dikenal dengan nama Cyperiol oil atau Oil of cyperiol atau Oil of Cyperus.1) Minyak atsiri yang berasal dari Cina mengandung siperen, paskolenon, sedangkan yang berasal dari Jepang mengandung siperol, siperen (siperene I dan siperene II), a-siperone, siperotundon dan siperulon, disamping itu ditemukan pula alkaloid dan flavonoid, triterpen.4) a-Siperon merupakan senyawa seskuiterpen keton, dan kadarnya dalam minyak atsiri sekitar 35-54%.Minyak atsiri yang dikandung dalam umbi ini dilaporkan memiliki potensi sebagai antibiotik terhadap kuman Staphyllococcus aureus.4,9) Kandungan yang lain berupa karbohidrat, seperti d-glukosa (41,7%), d-fruktosa (9,3%) dan gula tak mereduksi (4%).9)
Efek biologik
Minyak atsiri dapat berefek estrogenik lemah pada tikus. Pada pemberian 0,2 ml setiap 6 jam dapat menimbulkan keratinisasi sel-sel epitel vagina 48 jam kemudian. Pada takaran 0,3 ml dapt ditemukan endapan sel darah putih di antara sel-sel yang terkeratinisasi; hal ini dimungkinkan karena akibat adanya stimulasi minyak atsiri (kemungkinan disebabkan dari cyperene I). Secara umum kandungan minyak atsiri cyperus rotundus mempunyai efek estrogenik; hal tersebut yang memung-kinkan digunakannya pada keadaan menstruasi yang tak teratur.
Ekstrak cair 5% dapat mengurangi kontaktilitas "uterus terisolir" kucing dan anjing (baik yang hamil maupun yang tidak hamil).
Efek ekstrak etanol yang diberikan dengan takaran 100 mg/kg BB secara intra peritoneal dapat menghambat timbulnya pembengkakan yang disebabkan karena carragenin atau formaldehida. Efek tersebut lebih nyata bila dibandingkan dengan 5-10 mg/kg hidrokortison (8 kali lebih kuat).
Ekstrak 20% etanol secara sub kutan dapat berefek menghilangkan rasa sakit dan menurunkan panas badan (efek analgetikum dan antipiretikum), disamping itu juga berefek mengurangi aktivitas pasif mencit mati dan juga berefek sebagai anti emetikum.
Ekstrak etanol herba dapat memberikan efek menurunkan tekanan darah 0,5-1 jam anjing teranestesi pada takaran 20 mg/kg. Efek penurun tekanan darah tersebut dapat pula disebabkan dari ekstrak air yang mengandung alkaloid, flavonoid dan senyawa fenolik.
Minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan Staphyllococcus aureus secara in vitro yang disebabkan karena komponen minyak atsiri siperen I dan siperen II.1,4,9) 
Toksisitas
LD50 ekstrak etanol herba pada mencit secara intra peritoneal adalah 1500 mg/kg.4) 
Kegunaan di masyarakat
Pada umumnya yang digunakan sebagai bahan obat adalah bagian umbi yang telah dibersihkan dari serabut yang melekat. Dalam keadaan segar, umbi dimemarkan dan dibubuhkan ke dalam minuman sebagai obat busung air, kencing batu. Air rebusan umbi umumnya digunakan sebagai pengatur haid, menyembuhkan keputihan.6) Juga bersifat sebagai penenang, antispasmodik, melunakkan feses dan mempercepat pembekuan darah pada luka baru.8)
Oleh masyarakat Indian umbi segar digunakan sebagai pilis perangsang ASI, sementara di Vietnam dipakai untuk menghentikan perdarahan rahim. Umbi yang dramu bersama daun Centella asiatica (pegagan) dan umbi Imperata cylindrica (alang-alang) digunakan sebagai diuretikum kuat (untuk melancarkan buang air kecil).8)
Tepung umbi sering digunakan oleh masyarakat Tripoli sebagai bedak dingin dengan aroma yang khas menyegarkan (sedikit berbau mentol, dan karena baunya yang khas, juga sering digunakan sebagai pencuci mulut), ternyata bau tersebut juga berefek sebagai pengusir serangga dan nyamuk, hingga sering dipakai sebagai bedak anti nyamuk.9)
Untuk pemakaian luar, umbi digiling menjadi bubuk, lalu ditaburkan ke tempat sakit atau dijadikan salep, ataupun juga diiris tipis-tipis dan ditempelkan ke tempat yang sakit.
Untuk mengatasi busung, kembung atau bengkak bisa dipakai 3 jari rimpang teki yang telah dicuci bersih dan digiling halus, kemudian diseduh dengan setengah gelas air panas, biarkan agak mendingin, setelah kira-kira suhunya suam-suam kuku airnya diambil, lalu diminum, boleh diberi gula batu atau bersama dengan madu. Sehari 3 kali atau lebih bila suka.
Umbi yang telah direbus berasa manis, sering dipipihkan untuk dibuat emping, setelah digoreng dikenal dengan sebutan "emping teki".7)
Deskripsi Tanaman
Perawakan : Herba serupa rumput (sedges non Grasses), menahun, 0,1 - 0,3 m (dapat mencapai 0,75 m).
Batang : berupa batang semu, merupakan kumpulan pelepah daun, batang asli berupa rimpang (Rhizome), percabangan Rhizome membentuk geragih (stolon), ujung stolon menjadi rumpun baru. 
Daun : tunggal, berpelepah, bentuk garis, seperti daun rumput, jarang lanset atau elip, tepi rata tajam, hijau tua (atas), hijau muda (bawah), berjendul di semua permukaan, ujung meruncing pelan, lebar 2 - 6 mm, helaian bawah coklat kemerahan. 
Bunga : susunan bulir majemuk rata tunggal, braktea involucrum 2-4 permanen, sepanjang atau lebih panjang dari perbungaan, lebih dari 30 cm, cabang pertama 3 - 9 terpencar, lebih dari 10 cm, spikelet runcing, 10 - 40 bunga, 1 - 3,5 x 2 mm, eluna bulat telur, tumpul, kemerahan atau coklat gelap, susunan sirip, 3-3,5 mm, tepi bening (Hialin). 
Perhiasan bunga : tidak ada. 
Benang sari : 1-3, kepala sari 1 mm, coklat muda.
Putik : bakal buah dan tangkai berlanjut, gundul, kepala sari 2-3.
Buah : tipe padi.
Biji : bentuk elip, dengan 2-3 sisi. 


Suku : Cyperaceae
Waktu berbunga : Januari - Desember
Distribusi
Di Jawa pada elevasi 0 - 1000 m dpl.
Daerah terbuka tempat pembuangan, tepi jalan, merupakan gulma pertanian yang potensial.
Keanekaragaman
Keanekaragaman morfologi sempit.
Sifat khas
Warna epikelet merah saga, dan percabangan rimpang membentuk geragih (stolon), umbi coklat-hitam, bagian dalam putih, rasa pahit.
Pustaka

  1. Atal CK., & BM. Kapur, 1982, Cultivation and Utilization of Medi-cinal Plants., Regional Research Laboratory., Council of Scientific & Industrial Research., Jammu-Tawi. India., P.16, 514, 517, 565, 659, 740.
  2. Backer G.A., and RCB. Bakhuizen, 1965, Flora of Java., Vol 2., P. Noordhoff Groningen.
  3. Chang, HM., But, PPH., 1986, Pharmacology and Applications of Chinese Materia Medica., Vol 2., World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd., Singapore, p.893-895.
  4. Hembing Wijayakusuma, S. Dalimartha, & A.S. Wirian, 1993, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia., Jilid 2., Pustaka Kartini., Jakarta., P.133.
  5. Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia., Jilid I (terjemahan)., Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta., p. 349-350.
  6. Ochse J.J., 1977, Vegetables of The Dutch East Indies., English Edition., A. Asher & Co. B.V. Amsterdam., P.219-220.
  7. Perry L.M., 1980, Medicinal Plants of East and Southeast Asia : Attributed, Properties, and Uses., The MIT Press., Massachusetts., P.121-122.
  8. Watt J.M., & M.G. Breyer-BrandWijk, 1962, The Medicinal and Poisonous Plants of Southern and Eastern Africa., 2nd Ed., E.S. Livingstone Ltd. London., p.374, 1142.