Aku jatuh cinta,'tuk kesekian kali
Baru kali ini ku rasakan cinta sesungguhnya,
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan
Cinta bukan sekedar kata-kata indah
Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan
Samudra cinta dari pulung hati
Tak terukur dalamnya
Hingga saat perpisahan tiba
Mengundang air mata
Atau hanya secuil penyesalan
Cinta adalah ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Semua karunia sang pencipta
Mungkinkah kau sedang menatap bulan
Bulan sabit yang sedang kupandangi
Mungkinkah kamu menangis
Diatas bintang khayalku
Maafkanlah cinta
Atas kabut jiwa
Yang menutupi pandangan kalbu
Monday, October 27, 2008
Emotional Love Song
Jangan sakiti ku lagi
Mungkin aku bisa pergi
Pergi untuk selamanya
Dan mungkin tak kan kembali
Belum cukup sembuh hati ku ini
Dari luka yang kau tikam ke jantungku
Sudah kamu lukai nya lagi
Sudah kamu hancurkan percaya ku kepadamu
Aku mungkin takkan pernah tau
Apa salahku kepada dirimu
Mungkin juga kamu masih ragu
Dan tak pernah menganggap ini adalah serius
Jangan sakiti ku lagi
Mungkin aku bisa pergi
Pergi untuk selamanya
Dan mungkin tak kan kembali
Setelah aku menjadi milik mu
Masihkah kamu akan sakiti aku lagi
Belum cukupkah kamu menyiksa aku
Belum cukupkah kamu membuat aku jadi gila
Mungkin aku bisa pergi
Pergi untuk selamanya
Dan mungkin tak kan kembali
Belum cukup sembuh hati ku ini
Dari luka yang kau tikam ke jantungku
Sudah kamu lukai nya lagi
Sudah kamu hancurkan percaya ku kepadamu
Aku mungkin takkan pernah tau
Apa salahku kepada dirimu
Mungkin juga kamu masih ragu
Dan tak pernah menganggap ini adalah serius
Jangan sakiti ku lagi
Mungkin aku bisa pergi
Pergi untuk selamanya
Dan mungkin tak kan kembali
Setelah aku menjadi milik mu
Masihkah kamu akan sakiti aku lagi
Belum cukupkah kamu menyiksa aku
Belum cukupkah kamu membuat aku jadi gila
Dua Sejoli
Usap air matamu
Yang menetes di pipimu
Ku pastikan semuanya
Akan baik-baik saja
Bila kau terus pandangi
Langit tinggi di angkasa
Tak kan ada habisnya
S'gala hasrat di dunia
Hawa tercipta di dunia
Untuk menemani sang Adam
Begitu juga dirimu
Tercipta tuk temani aku
Renungkan sejenak
Arti hadirku di sini
Jangan pernah ingkari
Dirimu adalah Wanita
Harusnya dirimu menjadi
Perhiasan sangkar maduku
Walaupun kadang diriku
Bertekuk lutut di hadapanmu
Bukalah pintu jiwamu
Dengar bisikan sanubari
Semua adalah isyarat
Isyarat dari Sang Pencipta
Yang menetes di pipimu
Ku pastikan semuanya
Akan baik-baik saja
Bila kau terus pandangi
Langit tinggi di angkasa
Tak kan ada habisnya
S'gala hasrat di dunia
Hawa tercipta di dunia
Untuk menemani sang Adam
Begitu juga dirimu
Tercipta tuk temani aku
Renungkan sejenak
Arti hadirku di sini
Jangan pernah ingkari
Dirimu adalah Wanita
Harusnya dirimu menjadi
Perhiasan sangkar maduku
Walaupun kadang diriku
Bertekuk lutut di hadapanmu
Bukalah pintu jiwamu
Dengar bisikan sanubari
Semua adalah isyarat
Isyarat dari Sang Pencipta
Subscribe to:
Posts (Atom)